Memiliki rumah merupakan idaman setiap orang. Akan tetapi tidak semua orang memiliki kondisi keuangan yang stabil. Kredit rumah syariah dapat dijadikan solusi bagi Anda yang ingin memiliki rumah tetapi tidak memiliki banyak uang cash.

Saat ini semakin banyak masyarakat yang menggunakan kredit rumah syariah atau KPR syariah. Hal ini dapat terlihat dari permintaan pembiayaan perumahan atau KPR yang terus bertumbuh.

KPR syariah merupakan solusi bagi umat muslim yang ingin mencicil rumah tanpa riba. Hal ini dikarenakan pada KPR syariah tidak menetapkan bunga. Cicilan KPR syariah jumlahnya akan sama setiap bulannya sampai kredit berakhir karena tidak tergantung kepada suku bunga Bank Indonesia.

Berbeda dengan KPR konvensional, metode pembayaran yang berlaku dalam KPR syariah lebih menghargai kemampuan keuangan pihak pembeli. Pembeli yang terlambat membayar cicilan tidak akan dikenai denda. Selain itu, pembeli juga dapat melakukan pembayaran di awal waktu atau sebelum jatuh tempo dan tidak akan mendapat sanksi administrasi atau penalty.

Dalam KPR syariah menuntut adanya keterbukaan antara dua pihak yang bertransaksi yaitu pembeli dan pihak bank. Dengan demikian pembeli tidak hanya dapat mengetahui harga rumah yang dibeli. Akan tetapi, juga dapat mengetahui berapa keuntungan yang didapatkan oleh pihak bank.

Akad yang digunakan dalam KPR syariah yaitu murabahah (jual-beli) dan musyarakah mutanaqishah (sewa beli). Pembeli dapat memilih akad yang sesuai dengan kebutuhan.
Pada akad murabahah (jual beli), pihak bank akan membeli dari pengembang rumah yang diinginkan pembeli. Kemudian rumah tersebut dijual kepada pembeli dengan harga jual yang telah ditambah persentase keuntungan yang telah disepakati. Sehingga keuntungan yang didapatkan pihak bank berasal dari margin penjualan.

Sedangkan pada akad musyarakah mutanaqishah (sewa beli), keuntungan didapatkan dari bagi hasil. Jadi pembeli dan pihak bank bekerja sama membeli sebuah rumah sesuai kemampuan masing-masing pihak. Kemudian rumah tersebut disewakan kepada pembeli dengan harga yang telah disepakati. Harga tersebut sudah termasuk persentase keuntungan bagi pihak bank.

Kepemilikan rumah pada akad musyarakah mutanaqishah akan bertambah secara bertahap sesuai dengan banyaknya uang sewa yang telah dibayar. Pada akhir sewa, kepemilikan bank adalah 0% sehingga pembeli merupakan pemilik penuh rumah tersebut.

Uang muka KPR syariah relatif lebih murah dibandingkan dengan KPR konvensional. Selain itu, proses pengajuan KPR syariah juga relatif lebih cepat dengan persyaratan yang mudah sesuai dengan prinsip syariah.

Rumah yang dapat Anda beli melalui KPR syariah bisa berupa rumah baru maupun rumah bekas. Prosedur pengajuannya pun tidak berbeda dengan kredit rumah baru. Untuk pengajuan rumah bekas, biasanya akad yang digunakan yaitu akad murabahah.

Melalui KPR syariah Anda dapat merencanakan keuangan Anda secara pasti karena jumlah cicilan setiap bulan tetap. Dengan demikian, tidak ada ruginya Anda memilih kredit rumah syariah untuk membeli rumah idaman Anda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here