Kredit Bank
Kredit Bank

BPR sebagai salah satu lembaga keuangan yang bertujuan untuk menyalurkan kredit usaha kepada pelaku usaha mikro menengah ke bawah, biasanya berlokasi dekat dengan tempat masyarakat yang membutuhkan kredit. Ditambah lagi  marketingnya yang menggunakan sistem jemput bola, di mana lembaga keuangan ini turun langsung untuk berjumpa dengan calon debitur sehingga jalinan emosional menjadi salah satu unsur yang melengkapi perkembangan bank ini.

Selain itu dalam proses mengalokasikan kredit kepada debitur, BPR harus memperhatikan beberapa hal berikut ini:

  • Dalam proses pemberian atau persetujuan kredit, Lembang keuangan Bank Perkreditan Rakyat ini harus memiliki keyakinan atas kemampuan dan kesanggupan debitur saat melunasi kredit atau hutangnya sesuai dengan perjanjian yang disepakati oleh kedua belah pihak.
  • Dalam persetujuan kredit, pihak bank harus dan wajib untuk memenuhi ketentuan yang diberikan oleh Bank Indonesia. Adapun ketentuan tersebut di antaranya adalah; maksimum pemberian kredit, pemberian jaminan kredit, atau hal yang serupa. Batas maksimal yang ditentukan adalah tidak lebih dari 30% dari modal yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia. (Berlaku ini peminjam perorangan dan badan usaha yang tidak terkait dengan pemegang dan keluarga pemegang saham BPR).
  • Persetujuan pemberian kredit kepada pemegang dan atau keluarga pemegang saham BPR yang memiliki saham sebesar 10% atau lebih dari modal disetor, anggota dewan komisaris (dan keluarga), anggota direksi (dan keluarga), pejabat BPR lainnya, serta perusahaan-perusahaan yang di dalamnya terdapat kepentingan pihak pemegang saham (dan keluarga) yang memiliki 10% atau lebih dari modal disetor, anggota dewan komisaris (dan keluarga), anggota direksi (dan keluarga), pejabat BPR lainnya.

Adapun aturan batas maksimum tersebut tidak melebihi 10% dari modal yang sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan Bank Indonesia.

Namun, adakalanya kredit tidak semerta-merta berjalan dengan lancar. Itu sebabnya pengklasifikasian kredit pun didasarkan pada kategori tertentu yang berguna untuk memantau kelancaran proses pembayaran angsuran oleh debitur.

Penggolongan kredit berdasarkan kategori ini dibagi menjadi 5 jenis, yakni:

  • Kredit Lancar

Kredit yang dalam prosesnya sangat memuaskan, segala kewajiban baik utang pokok ataupun bunganya telah diselesaikan dengan baik oleh pihak debitur.

  • Kredit Dalam Perhatian Khusus

Kredit yang termasuk golongan ini adalah yang proses kredit dalam 1 hingga 2 bulan mulai terdeteksi tidak lancar alias debitur mulai melalaikan tanggung jawabnya (menunggak).

  • Kredit Tidak Lancar

Kredit yang proses mutasi selama 3-6 bulan tidak lancar, yakni bunga serta utang pokok tidak dibayarkan sesuai kesepakatan. Pada kategori ini biasanya pendekatan personal telah dilakukan oleh bank kepada pihak debitur dan usaha ini tidak membuahkan hasil.

  • Kredit Diragukan

Kredit yang tidak lancar dan telah jatuh tempo, namun belum juga kunjung diselesaikan oleh debitur sesuai dengan perjanjian di awal.

  • Kredit Macet

Kredit yang dikucurkan tidak membuahkan hasil, seperti usaha yang tidak berjalan lancar sehingga berpengaruh kepada proses pembayaran angsuran kredit.

Pastikan agar Anda selalu melakukan pembayaran kredit dengan lancar. Pembayaran angsuran yang baik dan sesuai dengan ketentuan akan memudahkan jika hendak mengajukan permohonan kredit kembali ke lembah keuangan BPR.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here